Home » No Dinner Date by Intan Lui B.
No Dinner Date Intan Lui B.

No Dinner Date

Intan Lui B.

Published
ISBN :
Paperback
182 pages
Enter the sum

 About the Book 

Setiap hubungan tidak sama.Seperti resep masakan atau sidik jari.sidik jari disusun dari ratusan garis rumit yang saling berjalin, berpotongan, beriringan, tumpang tindih. Namun tidak selamanya semua garis-garis itu beriringan. Kadangkala garis-garisMoreSetiap hubungan tidak sama.Seperti resep masakan atau sidik jari.sidik jari disusun dari ratusan garis rumit yang saling berjalin, berpotongan, beriringan, tumpang tindih. Namun tidak selamanya semua garis-garis itu beriringan. Kadangkala garis-garis itu berjalin erat, kadang-kadang berpotongan, bergerak ke arah yang berlawanan, tumpang tindih, berpusar.Masakan juga begitu. Nama boleh sama, tapi dicacah, ditumis, dibumbui dengan cara yang berbeda, dengan jumlah bahan yang berbeda.saya merasa seperti itu. Hubungan ini sukarela sifatnya. Seperti Adrian yang sukarela mencintai perempuan egois yang umurnya lebih tua, atau Violet yang sukarela mencintai lelaki keras kepala yang umurnya lebih muda. Cinta juga sukarela. Dia sukarela untuk datang, dan akan dengan sukarela pula pergi.Violet Vienna adalah seorang editor kuliner yang bekerja di sebuah majalah. Pekerjaannya mencicipi berbagai masakan dari banyak restoran dan menulis ulasan tentangnya. Cerita hidup Violet adalah soal masakan, restoran, dan resep. Kehidupannya baik – baik saja meskipun dicap jomblo tidak laku. Violet baik – baik saja meskipun harus berdiet setiap hari dan tidak pernah ada cowok yang mengajaknya kencan. Tetapi semuanya berubah begitu dia bertemu seorang pemilik restoran yang berusaha membunuhnya dengan siomay kaki lima, seorang cowok yang mencoba membuatnya obesitas dengan masakan Italia, dan seorang koki yang memberinya sekotak kue.Sekarang, Violet tidak baik – baik saja.Bisakah Violet kembali menemukan dirinya sendiri? Jangan takut mencoba untuk membacanya, karena seperti masakan, semuanya perlu dicicipi sebelum kamu berkata: “Tidak enak” bukan?